Single Post
Vermikompos merupakan pupuk kompos yang sangat baik untuk keseimbangan tanah dan jauh lebih banyak nutrisi dan mikroba dibandingkan dengan kompos biasa. Oleh karena itu, pupuk jenis ini dianggap sebagai produk bernilai lebih tinggi dan produk olahan cacing yang mengandung hingga 5 kali lipat nutrisi untuk tanaman.
Analisis kimia terhadap vermikompos telah dilakukan dan menemukan bahwa kotoran cacing hasil vermikomposting tersebut mengandung 5 kali lipat nitrogen yang tersedia, 7 kali lipat ketersediaan kalium, dan 1,5 kali lebih banyak kalsium dibandingkan dengan yang ditemukan pada 15 cm lapisan tanah atas yang baik. Selain itu, kandungan nutrisinya hingga 6 kali lebih banyak dibandingkan jenis kompos lainnya.
Pada vermikomposting, cacing digunakan sebagai aktor utama yang berfungsi untuk mengubah limbah dapur sebagai kompos. Ini tentu termasuk energi terbarukan, dan Anda bisa meminimalisir penggunaan bahan kimia untuk pertanian. Mengingat di Indonesia saat ini mayoritas petani menggunakan bahan kimia untuk pupuknya. Dalam jangka panjang, ini tentu tidak baik bagi kelangsungan kehidupan masyarakat.
Nah, Apakah Anda tertarik untuk membuat pupuk vermikompos sendiri? Jika iya, Anda membaca artikel kami selengkapnya. Kali ini penulis akan memberikan penjelasan tentang bahan-bahan pembuat vermikompos. Apa saja bahan-bahan yang digunakan untuk proses vermikomposting?
Bahan-Bahan yang digunakan Vermikompos?
Topik
ToggleBerikut ini bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pupuk vermikompos yang perlu diketahui:
1. Cacing
Vermicomposting, yang sebagian besar aktivitasnya bergantung pada cacing, merupakan cara yang relatif cepat untuk membuat kompos. Hal ini tidak berarti bahwa tidak ada mikro-organisme atau makro-organisme lain dalam campuran tersebut, namun cacing jelas merupakan aktor utama dalam hal ini. Ada ratusan jenis spesies cacing yang ada di dalam tanah, tetapi tidak semua jenis cacing dapat digunakan sebagai pembuatan vermikompos.
Spesies cacing standar yang digunakan dalam pembuatan vermikompos dikenal sebagai cacing Eisena fetida. Cacing ini lebih sering disebut cacing merah, cacing brandling, atau cacing macan. Mereka ideal untuk pembuatan vermikompos karena mereka berkembang biak dengan cepat dan tahan jika disimpan di tempat sampah.
Cacing ini lebih menyukai suhu 65 hingga 80 derajat Fahrenheit, dan, seperti yang akan kita lihat, preferensi tersebut akan sangat berkaitan dengan tempat Anda memutuskan untuk menyimpan wadah vermikompos.
Jenis cacing yang mungkin lebih Anda kenal, seperti cacing kebun pada umumnya, tidak berfungsi dengan baik untuk pembuatan vermikompos karena tidak mampu menguraikan bahan organik dalam jumlah besar. Saat ini, cacing merah sudah tersedia secara online dan di beberapa toko perlengkapan pertanian, tentu sangat mudah ditemukan dan tidak perlu repot mencarinya sendiri.
2. Wadah Cacing
Bahan yang digunakan untuk vermikompos selanjutnya adalah tempat atau wadah cacing itu sendiri. Ada beberapa wadah yang umumnya digunakan vermikomposting, seperti bak plastik, kayu, atau sejenisnya, namun wadah ini tidak semuanya cocok untuk digunakan, misalkan kayu. Hal ini karena wadah yang terbuat dari kayu memiliki sifat antimikroba.
Wadah yang sering digunakan dan cocok adalah yang terbuat dari styrofoam yang memiliki ketebalan 2-3 cm. Styrofoam telah terbukti wadah alternatif terbaik dan cocok karena memiliki insulasi yang baik dan mudah ditemukan di toko online atau sejenisnya.
Untuk ukuran, Anda bisa menyesuaikan dengan jumlah cacing yang akan digunakan dalam vermikomposting, karena semakin banyak cacing yang Anda gunakan tentu akan semakin banyak pula populasi pertumbuhanya, sedangkan Anda bisa menggunakan wadah yang agak besar jika skala cacing yang digunakan juga banyak.
Kemudian, yang perlu Anda perhatikan tentang wadah ini adalah harus memiliki ventilasi yang baik, memiliki banyak lubang di bagian bawah dan setidaknya dua baris lubang di sepanjang bagian bawah dan tengah tempat sampah. Lubang yang lebih besar dapat dibuat pada tutup tempat sampah, namun bagian atasnya harus ditempel dengan kain untuk mencegah lalat masuk.
Tempat cacing harus ditinggikan dari tanah dengan tiang yang panjang agar udara dapat mengalir di bawah wadah cacing. Wadah ini yang nantinya akan diisi dengan komposisi-komposisi vermikompos.
Baca Juga: Manfaat Pupuk Vermikompos yang Perlu Diketahui
3. Limbah Dapur
Bahan yang digunakan dalam vermikompos selanjutnya adalah limbah dapur. Limbah ini berfungsi sebagai makanan cacing yang kemudian diolah menjadi kotoran yang merupakan produk utama vermikompos. Cacing dapat memakan segala jenis bahan organik yang berbeda.
Namun seperti hewan ternak lainnya, mereka menyukai jenis makanan yang mengandung vitamin, mineral, protein, dan karbohidrat yang dibutuhkan untuk berkembang. Begitu banyak jenis limbah dapur atau sisa makanan yang bisa dijadikan makanan cacing yang baik, mungkin lebih mudah untuk menyebutkan apa yang tidak boleh dimasukkan seperti;
- Makanan berlemak dan berminyak sebaiknya dihindari karena akan memperlambat kecepatan bakteri menguraikan bahan menjadi kompos dan dapat menyebabkan kondisi wadah menjadi lebih asam.
- Sebaiknya hindari daging dan tulang, ikan, lemak, dan produk lain hewani lainnya, serta produk susu, karena dapat menarik lalat, hewan pengerat, dan hama lainnya.
- Jangan gunakan kotoran hewan atau manusia. Kotoran ternak boleh-boleh saja, asalkan bebas antibiotik atau, sejenisnya
Dalam beberapa kasus, Anda bisa menggunakan sayur-sayuran seperti kangkung ataupun juga nasi sebagai bahan makanannya. Namun, jika Anda menggunakan kangkung, potonglah kangkung sehingga berbentuk kecil-kecil sehingga lebih mudah dicerna. Anda juga bisa menggunakan nasi sisa.
Selain limbah-limbah dapur seperti diatas, Anda juga bisa menggunakan limbah organik lainnya seperti kulit buah, bawang, atau lainnya selain yang tidak direkomendasikan seperti di atas.
Lokasi
Cacing merupakan salah satu jenis spesies yang kurang senang dengan cahaya matahari. Karena itu, lokasi vermikomposting juga berpengaruh dengan keberhasilannya. Perlu diketahui jika ketika wadah tadi terbuka dan ada cahaya yang masuk, cacing akan berhenti makan dan mencari perlindungan ke bawah permukaan tanah.
Meski begitu, mereka masih membutuhkan makanan dan air. Kelembapan sering kali berasal dari limbah sisa makanan atau air yang bisa Anda tambahkan sendiri. Kelembababn ini dapat Anda ciptakan sendiri dengan air secukupnya.
Cacing yang akan Anda gunakan lebih menyukai suhu antara 65 dan 80 derajat Fahrenheit. Tempat Anda meletakkan tempat sampah bergantung pada tempat tinggal Anda. Wadah yang tidak memiliki insulasi yang baik sebaiknya disimpan di dalam ruangan selama musim penghujan.
Menyimpan wadah di dalam ruangan adalah cara yang baik untuk mengatur suhunya, namun hal ini juga dapat mendatangkan pengunjung yang tidak diinginkan seperti lalat. Wadah yang diletakkan di tanah di luar tidak harus memiliki alas atau alas yang kokoh. Namun jika cuaca akan menjadi dingin, maka perlu menambahkan satu dan mengisolasi tempat sampah atau memindahkannya ke dalam. Di mana pun Anda meletakkan wadah, pastikan untuk memantau suhunya untuk memastikan lingkungan di dalamnya baik untuk cacing Anda.
Sebenarnya ada lebih dari satu cara untuk membuat vermikompos. Namun, secara umum dan yang paling sederhana yang bisa Anda lakukan sendiri adalah seperti yang sudah artikel ini jelaskan. Memanfaatkan nafsu makan cacing merah dapat membuat prosesnya lebih cepat dan efisien. Dan yang paling penting adalah tentang bagaimana Anda merawatnya saat proses pembuatannya, seperti memperhatikan lokasi, kelembaban dan jenis limbah yang digunakan. Selamat Mencoba!